Skip to main content

Posts

Sumbing, sebuh mimpi yang terealisasi

Assalamu'alaykum gaes, aku sedang bahagia nih. Akhirnya bisa jg aku menginjak gunung Sumbing.. Namanya Sumbing tingginya 3371 mdpl, kami memutuskan untuk memulai pendakian kami dari Garung, daerah Wonosobo. Pendakian kali ini menurutku salah satu pendakian yang meyenangkan. Kami berempat aku, Fita, Tomi, Tedi awalnya harus berdiskusi dlu nentuin tujuan kami, walaupun aku harus votting, hasut2 dikit, akhirnya pilihan kami jatuh pada SUMBING! Ya, aku tau sih sebenarnya Fita ga terlalu kepingin. Tapi aku pingin, aku pingin ngerasain naik ke Sumbing, kenapa?? pingin aja, pingin setelah sebelumnya anti pati, hmm mungkin semacam mnantang diri sendiri.. Akhirnya dengan segala ketidak sengajaan dan kesel2 byk (krn hampir bgt kita gakjadi H-1) kami naik barang teman UPN dan teman2 UKDW, Hargo dari UPN, mas Billy, mas Andar, mas Yeri, mas Sigit, mas Dimas, mas Billy dari UKDW ketemuan di basecamp Garung Wonosobo. Kalau dari Purwokerto sih sekitar 3 jam kurang, dari Jogja 4 jaman sud...

Prioritas

Assalamu'alaykum, hari ini suasana hatiku lg gak karuan... ditambah lagi kejadian kurang mengenakan malam tadi. Aku jd teringat, mungkin senior ku di pwt lg kecewa sm aku. Karena aku gabisa membantu dia di saat2 penting kaya gini. Aku harus memilih antara keluarga dan rutinitas di pwt. Lalu setelah menimbang2 kondisi aku memilih untuk tetap berdiam di sini di bdg. Memprioritaskan org2 yg sempat kutinggal sementara. Banyaak org2 bertanya, knp sih hei kmu lebih suka di bdg? Nganggur ya kmu di sana? Dan nth knp aku selalu susah menjelaskan kpd org2 klo aku memang hrs di sini. Krn saat itu aku adalah prioritas mrk (keluargaku). Tapi, baru saja td aku mulai meragukan prioritasku kali ini. Dari obrolanku sama mama yg membuatkan kesal ditambah teman2 ku yg dkt slama ini ga ngabarin sesuatu yg menurutku penting. Aku bukannya ingin menjadi yg slalu di prioritaskan, tp aku merasa dilupakan, bukankah selama ini aku memilih kalian menjadi prioritasku? Ah, lagi-lagi aku berharap pd harap...

N G O P I

Haloo, assalamu'alaykum... Alhamdulillah akhirnya gw bisa menginjakkan kaki di jogja bukan sbgai delegasi alias niatny emang mau silahturahim. Berawal dr iseng komen ig nya mas Azzam, akhirnya aku menemukan guide kece yg bersedia di susahin selama aku ke jogja (selain bukde ku). Siapa lgi klo bkn bg Ikram, temen seperjuangan PB. Aku sampai Jogja tggl 3 jam 11 malam, hmm krn paginy iseng ngabari bg Ikram, akhirnya aku diajak main. Hehe (modus ngabari itu biar diajak main). Kita makan siang dl di kafe klotong jln kaliurang, trus malamny stlh istirahat di kontrakannya tmn bg Ikram kami cus ke salah satu tmp ngopi rekomendasi bh Ikram,there is Dongeng. oiya btw aku ke sana brg tmn bru yg dikenalin ama bg Ikram, Ria sama Dita  They're good and friendly. Asik loh orgnya, btw di pt ngopi ini aku diijinkan sm bg Ikram buat nanya2 si barista yg mukanya familiar. Well, itu gara2 aku cerita sm bg Ikram klo aku rasa kopi2 yg kubeli itu rasanya sama. Dan sang barista ini mimik wajahnya ...

Berharaplah hanya kepada Tuhanmu, Allah.

Assalamu'alaykum, Kita semua manusia pasti punya harapan kan? entah harapan di organisasi, harapandi kehidupan, harapan dalam hubungan, harapanapapun itu. Bisa jadi itu harapan untuk mengubah suatu sistem yg buruk. bisa jadi juga harapan mengubah keadaan negara yang kacau balau. Harapan yang lama kelamaan akan menjadi target, kita berusaha sekuat tenaga untuk mencapai target itu. Disaat itu harapan kita bukan hanya pada diri kita sendiri, tapi pada orang lain juga. Harapan anggota kita bisa menjaga loyalitasnya, harapan rencana kita berjalan sempurna, harapan bahwa seseorang mengikuti arahan kita, harapan seseorang memahami kita. Lalu akhirnya kita kecewa, karena kebanyakn manusia tidak sesuai dengan harapan kita. Kita lupa, bahwa ada Zat yang lebih mulia yang kepadaNya kita bisa berharap banyak. Yang kepadaNya harapan tidak terbatas. Kita melupakan Dia, tidak menyelipkan harapan kita pada doa selepas shalat, lalu apa gunanya berdoa? Apa itu hanya jadi kebiasaan? Apa itu...

4:97

Sudah seminggu lebih beberapa jam aku menginjak kaki di jawa barat, tempat sekolah dr sd sampe sma, jawa barat dan jawa tengah adalah dua tempat dimana sy dibesarkan.  4 tahun kuliah di jawa tengah, akhirnya aku hrs mengakui klo aku rindu rumah, aku rindu keluarga, aku rindu bandung, dan aku ingin tinggal lg di sana. Susah trnyata melepaskan rumah, sudah 1 minggu ini jg aku brfikir mau ambil internship di jabar aja, mau buka praktek di bdg aja. hah, akhirnya aku harus mengakui klo aku merindukan rumah juga. 3 tahun pertama kuliah aku masih bersenang hati, berbahagia jauh dr rmh. 1 tahun brikutnya aku merindukan rmh. Apalagi akhir2 ini kmpl trs sama keluarga, hah brt rasanya klo nnti aku hrs jauh dr mrk. Aku tkt klo kejauhan gabisa ikt mudik, ikt silahturahim, ktmu bude pade, om tante, sepupu, ponakan, tentunya mama ama si adek.  Ya ampun, aku pingin pergi dr purwokerto, rasanya aku pingin koas di tmpt lain aja. Tapi, bukannya Bumi Allah itu luas, sehingga kita bisa ...

3,5 tahun di Pwt, Kebiasaan di tempat makan dan tragedi dada ayam

Assalamu'alaykum, tak terasa sudah 3 tahun hidup di kota masa tua, klo kata org pwt sih pwt itu karena tenang ga macet, cocok buat menghabiskan masa tua, alias setelah pensiun dan tidak punya pekerjaan, menghabiskan hidup di pwt. Tambahan klo kata pakdeku yg tinggal di sini, itu alasan kenapa di pwt banyak banget makam. Sumpah, selama aku di pwt, lewat ke mana-mana ada akan tempat pemakaman, awalnya ngeri sih tapi ke sini-sini jam 10 malam lewat juga uda biasa, abis mau gimana lagi? Dari kos ke kampus utama di jalan Bunyamin aja uda ngelewatin 2 pemakaman. Back to the topic, sekitar 2 minggu yang lalu aku baru aja makan sama Fita, makan yg tidak disengaja karena kita niatnya mau ke kondangan di Bumiayu, tapi baru 15 menit jalan udah ujan deres (naik motor loh) jadi kita putar balik ke sebuah rumah makan deket kosku dan ini lumayan terkenal. Sebenernya cerita ini juga uda di post di blognya Fita--> fitafiter.blogspot.com tapi berhubung kejadian ini terus2 terjadi di tmpt makan ...

Kesal

Aku kesal. Aku kesal harus melihat hal in terulang lagi, aku bingung harus bersikap seperti apa. Aku lelah menerka-nerka kemungkinan apa saja yang bisa terjadi. Setelah segala hal yang terjadi di tahun 2015, akhirnya semua aku menemukan para penyembuhkan, Ageng dan mas Kribo yang bisa buat aku ketawa, yang kalau bareng mereka aku ngerasa jadi cewek aku bisa dikit2 minta tolong, ya pokoknya aku menemukan tempat untuk sembuh, setelah segala hal yang terjadi di tahun lalu. Lalu, minggu kemaren semua menjadi sangat menyebalkan, terulang lagi, dan yang ini lebih parah. Sedih rasanya, harus melihat Bibah, Fita, Desy, dan Ayu yang juga menanggung dampak dari kejadian ini. Kami sama-sama lelah, kami sama-sama perempuan yang berfikir dengan perasaan, logika kami tidak sepintar para lelaki, kerja kami tidak secepat mereka, dan kadang kami kebingungan sendiri harus seperti apa. Dan lagi-lagi ada rasa melindungi mereka, mau tidak mau aku harus ada di bagian depan, entah kenapa dari dulu aku...