Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Motivasi

Hari Kartini 2021

Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan di Indonesia! Semangat menimba ilmu dalam meningkatkan kualitas diri! Hari ini, teringat akan hari kartini bukan karena feed atau story ig ataupun status WA. Tapi karena, chat dari papa yaitu "Hari ini hari Kartini, papa inget waktu kakak kecil pulang sekolah dengan muka cemberut, di tanya kenapa kak? Kakak jawab kakak sebel sama ibu kita Kartini, Kenapa sebel? Gara gara ibu Kartini kakak harus sekolah" Ya ampun, kenapa aku begitu menyebalkan saat kecil. Kenapa begitu suka bermain, main ke sawah, main sepeda, atau sekedar lari sana sini sama teman. Kemanakah semua energi itu sekarang?  ------ Beda halnya dengan sekarang. Kalau saat ini ditanya tentang ibu Kartini, oh tentu aku akan sangat-sangat-sangat berterima kasih sama beliau. Kalau dulu males banget sekolah, kalau sekarang coba sana sini hanya untuk mendapatkan kesempatan mendapatkan beasiswa PPDS atau S2. Kenapa? aku ingat betul sama pesan-pesan mama waktu aku masih kecil dul...

Up to next level!

Assalamu'alaykum, selamat S.Ked buat teman sejawat FK UNSOED 2012 yang sudah yudisium ya~ (gue masih 2 tahap dibawah kalian).. Ngomong-ngomong soal S.Ked alias sarjana kedokteran. Gelar ini disandang sama mahasiswa kedokteran yang sudah selesei menjalani masa prekliniknya dan menyelesaikan skripsi, terus kamu apakabar hei? Oke, aku terkendala di skripsi. whiihihi. Nah, setelah kita S.Ked kita baru boleh ngambil profesi di rumah sakit pendidikan dokter, setelah memasuki semua stase kita belum tentu jadi dokter, kita harus ikut UKDI alias Uji Kompetensi Dokter Indonesia, terus selesei? Oh, belum, kita masih harus internship alias magang2 gitu di RSUD atau puskesmas yang tersebar di Indonesia, kita bisa pilih di mana aja, tapi cpet2an looh~ Ngomong-ngomong soal koass, yang biayanya juga lumayan gila (Ya Allah kasih mama papa rezeki biar Heidi bisa lanjut koas, ukdi, internship, terus specialis, eh ada nikah juga tapi gatau mau diselipin di mana), kali ini aku belum terlalu pe...

Nekat?

1 hari 23 jam 40 menit lagi, detik-detik antara deg-degan dan biasa-biasa aja. Dua hari yang lalu aku baru saja membuat sebuah keputusan nekat, nekat untuk sebagian orang. Dengan keadaan dikejar-kejar skripsi aku malah memutuskan untuk cuti kuliah, emang nekat sih tapi ada alasan. Yang jelas, cuti kuliah ini belum pasti, masih ada sekitar 1 minggu lagi untuk memikirkan hal itu. Alasannya, hmm.. aku pingin banget ikutan ekspedisi NKRI 2016 koridor Papua Barat, hello kapan lagi ke Papua Barat!!! (kapan lagi gratisin lebih tepatnya), nah salah satu syarat berkas adalah surat ijin cuti, karena kalau dipanggil wawancara dan lolos seleksi tahap 2 kita harus cuti alias ga ikut kuliah 1 semester, karena memang ekspedisi ini mengharuskan kita di Papua Barat 4 bulan nonstop! Pilihan yang nekat bukan? Oke tenang saja, aku mengirim berkas ini toh belum tentu dipanggil, masih ada 3 seleksi dari 3 seleksi, seleksi tahap 1 ini adalah seleksi administrasi alias berkas-berkas yang aku kirim, jadi ...

21 yo

Assalamu'alaykum, resmi sdh aku berumir 21 lebih 10 hari. Gile ye, tuak juga gw! Diberkurangnya umur tahun ini aku memulai satu kebiasaan baru, semoga ja bertahan ampe akhir hidup. Trying to stop celebrate my birthday, aku lg mencoba untk gak merayakan ulang tahunku, seenggaknya gak mengharapkan dikasih ucapan ama org2 terdekat, kenapa? Berkurangnya umur, berarti berkurangnya jatah kita buat bikin dosa karena umurnya kita di dunia uda dikurangin tuh, jd hrs dibanyakin bikin pahala. Mulai dari mengurangi hal2 pemicu dosa, plus nambahin hal2 yg baik. Jatah umur berkurang, lalu sisa umur harus digunain sebaik2nya. Padahal kalau dihitung-hitung dari kecil aku belum pernah punya prestasi, ngehabisin 21 tahun tp prestasi. Perasaan itu yg ngiang2 dipikiranku waktu tggl 19 itu.. Apalagi stlh dpt banyak doa (yg semoga diijabah, aamiin) dr org2, aku mikir, "aku uda ngelakuin apa aja buat org2 ini? Aku idup uda ada gunakan buat org2?", lalu tiba2 aku merasa tlh menzalimi byk o...

Senyuman Buat Sang Dokter

Sekarang aku ngerti, kenapa di luar sana masih banyak dokter yang rela ga digaji, yang rela masuk ke pelosokan yang rela berpanas2an, makan seadanya karena mengikuti kegiatan sosial atau rela menghabiskan waktunya di rumah sakit dengan tulus.. Malam itu, sabtu malam sebelum osce digest dimulai, aku dan Fifi duduk berdua kayak orang ilang di antara anak Wikupala dan anak sma-mahasiswa yang ikuta acara lomba lintas alam Wikupala. Saat itu kami yang bertugas sebagai tim medis ikut TM dengan para peserta lomba itu. Di sana aku memberikan sedikit sosialisasi kepada para peserta, biar galupa makan, bawa obat pribadi, sama mencacat semua RPDnya. Sehabis TM selesai aku dan Fifi memutuskan untuk tinggal di ruangan itu sambil menunggu senior kami, mas Khoirur Rijal (aka mas Ijal), tiba-tiba dateng seorang panitia yang bilang klo ada peserta yang sakit. Spontan aku sama Fifi sama-sama syok, karena kami sama-sama punya pengalaman yang bisa dibilang masih sedikit banget dalam menangi pasie...

Grew Up!

Saat aku dilahirkan ibuku mengira aku memiliki IQ dan intelegensi kurang dari rata-rata. Maka dari itu dari lahir sampai aku remaja mama selalu memberikan makanan yang terbaik bagi anak-anaknya. Walau bukan terlahir dari orang yang kaya raya tapi apapun  yang anaknya inginkan selalu diberi, walaupun harus keluar malam-malam padahal baru pulang dari kerja saat magrib.. Dan yang ditakutkan mama itu tidak terjadi Ketika kita masih kecil banyak hal di dunia ini yang kita anggap mungkin terjadi, semua yang kita inginkan, kita tidak perlu mengeluarkan usaha yang besar untuk mendapatkannya. Hanya dengan menangis dan merajuk kita akan mendapatkan apa yang kita mau. Semuanya terasa mudah diraih, ada kenyakinan dari kita bahwa saat dewasa nanti apa yang kita inginkan saat itu akan dengan mudah kita dapatkan, seperti apa kita nanti akan dengan mudah kita mencapainya. Tapi saat kita mulai remaja, saat kita mulai dipercaya oleh orang sekitar untuk memegang sebuah rahasia atau amanah, saa...

Jogja : TransJogja jalur 2a

Assalamu'alaykum.. Walaupun rasanya capek, tapi pingin aku pingin banget nulis pengalaman hari ini.. Lebih tepatnya pengalaman naik bus TransJogj jalur 2a. Jadi gini, kemaren aku memutuskan untuk pergi ke Gembira Loka hari ini, gara2 nonton salah satu berita yang nunjukin banyak satwa-satwa dilindungi yang dijual liar di kawasan entah di mana yg pasti jakarta dan sekitarnya. Langsung deh jam 9 capcus minta anter ke sepupu ku tercintah mas Reza ke Ngabean.. Oiya Ngabean ini deket ngambilan kalau ke arah Selatan itu jalan Wakhid Hasyim. Di ngabean ini ada haltenya trans jogja. Aku memilih jalur 3a dari ngabean terus turun di JL. Kol. Sugiono terus lanjut naek bis jalur 2a (kalau di peta jalur trans jogja yang ditempel di haltenya jalur bis ini yg warnanya merah). Bus ini turun di jl. Kusumanegara jalan dikit ke arah barat udah ada plang bertuliskan "Gembira Loka Zoo".  Pas lagi naik jalur 2a aku menemukan salah satu hal yang unik, untuk ke bonbi ini dari halt...

Refleksi 19 tahun kebelakang

Assalamu’alaykum, oke kali ini gue (cielah pake gue, biar enakan dikit ceritanya yey) akan bercerita tentang pengalaman hidupku dari lahir sampe umur 19, ya walaupun lupa sama pengalaman-pengalaman waktu masih ada di rahim ibu, atau waktu masih jadi zygot. Andai sy masih ingat, pasti itu bakal jadi pengalaman yang tiada duanya, cetar membahanan, dan kece badai. Oke langsung aja: A.       Tanggal 19 Juli 1994, sekitar jam 10 malam. Yang harusnya hari selasa, tapi entah mengapa di akteku ditulis Rabu(-___-) gw dilahirkan, lewat proses persalinan biasa. Berat 3,7 kg tinggi 50 cm, jaitan yang luar biasa banyak. Kata mama, sy ini anak yang paling gede, paling rakus, paling ngabisin duit, paling nakal, dan palinglingling yang jelek diantara ketiga sodara sy. Aku lahir dalam keadaan ga sehat walafiat, ga nangis dan itu tandanya gak bernafas, akhirnya saya dilarikan di rumah sakit terdekat, yah sy ingat rumah sakit itu RAJAWALI. Setelah beberapa minggu sy dirawat d...

Bermimpi itu Butuh Teman

Assalamu’alaykum, bermimpi butuh teman? Emang iya? Well, ini bukan semata-mata berarti kita harus pnya mimpi yg sama kyk teman-teman kita, ataupun ini merupakan suatu pernyataan yang mengharuskan kita ditemani “orang” untuk hanya sekedar bermimpi. Kalau menurut saya sih, ini saran. Untuk menjadikan mimpi itu nyata, ya merealisasikan sebuah mimpi maka kita butuh seorang teman, yang mempunyai tekad yg sama kuatnya dengan kita bahkan lebih baik jika lebih dari kita, yang istiqamah sama mimpinya, juga yang selalu mendukung setiap mimpi-mimpi kita. Yang selalu mengingatkan kita ketika kita mulai lalai, yang mendorong kita ketika kita semakin lamban, yang mengajak kita ketika kita mulai futur dan nntinya yang menjulurkan tangannya ketika kita jatuh dalam keterpurukan. Yang pasti yang slalu memberikan semangat dalam kebaikan! (Aye) Sebenernya sih, ini curcol. Haha, ya karena saya merasakan betul, ketika saya semakin menjauh dengan teman-teman bermimpi saya ini, rasanya hidup saya menjadi...

Sahabat Seribu Tahun

Assalamu’alaykum, hari ini saya akan menceritakan kisah 5 gadis bersahabat yang harus berpisah untuk mengerjar mimpi mereka masing-masing, yg akhirnya di hari itu dapat dipertemukan kembali.. Hari, itu sore-sore gadis berkerudung orange berlari sambil melambaikan tangannya kepada gadis yang satu lagi berkerudung abu-abu yang menggunakan motor matic. “Isah!!” panggil gadis itu yang bernama Dewi yang langsung mendekap erat Isah. “Wi, Nurulnya masih di kampus nih, gimana dong? Kita belum masak looh” rupanya Isa, Dewi, dan ke 3 teman lainnya berencana untuk buka bersama hari itu, di rumah Nurul dengan hidangan yang akan mereka sajikan sendiri. Pukul 16.30 Isa dan Dewi telah sampai di depan rumah Nurul, untung saja Nurul pada saat itu juga sudah datang. “Dewiiii, Isaaaaaaa. Iiiiiih kangeeeeeeen!!!!! Udah nunggu berapa lama di depan sini?” teriak Nurul “Nuruuuuul! Udah 1 jam.” Jawab Dewi sambil ketawa-ketiwi. Ketiga gadis itu pun langsung memasuki rumah Nurul dan memulai keg...

Belajar dari dr. Yusuf

Assalamu'alaykum, hari ini sy akan bercerita tentang petualang *cielah* seorang dokter kecil yang sebut saja Dewi. Kenapa dokter kecil? karena dia terlalu dini untuk di sebut dr Muda dan terlalu biasa aja klo dibilang mahasiswa. SO, jadi gini ceritanya.. Di suatu hari yang cerah, Dewi ini mendapatkan sms dari salah satu seniornya untuk membantu salah satu dokter yang terkenal di desa *ups* kota Purwokerto tercinta. Awalnya, dia pikir ga ikut aja, karena sms dari seniornya itu sudah beberapa jam yang lalu. Namun, telepon ketiga dari seniornya ini membuat dia bertekad bulat untuk bantuin dokter itu. Beberapa jam kemudian, Dewi ini sudah siap dengan tas ransel berisi makanan siang dan menunggu seniornya, sebut saja Mas Sholih untuk segera dijemput ke klinik dokter tersebut. Sebenernya, Dewi ini sedikit males pergi ke sana, melihat motor yang digunakan Mas Sholih ini jenis motor yang besar *entah sebutan kerennya apa* jadi dia harus bersusah payah untuk naik dengan posisi du...