Akhirnya aku bales, setelah tiga hari aku diemin, aku baca doang, dan papa sampai harus kirim pesan titik doang, sengaja mungkin buat bikin aku baca pesannya.. Tiga hari yang lalu papa habis kirim pessan via WA yang menyebalkan, aku inget hari selasa malam lagi jenguk senior osi di RSMS, pesan itu menyebalkan menurutku dan aku belum bisa bales sms itu, atau belum mau lebih tepatnya, sampai akhirnya tadi pagi setelah papa komen fb, komen pm, dan kirim pesan titik aku bales pesannya. Aku bahkan bales dengan kata2 "sulit rasanya untuk menjawab". Papa emang bukan bapak idaman ala film2 atau kisah nyata yang, bapakable dan dinginkan semua anak perempuan di dunia ini. Dari kecil sampai sekarang selalu aja ada perbedaan pendapat yang bikin aku selalu bermasalah sama papa, debat usirlah, atau sekedar nurut tapi dibelakang enggak, kata orang, namanya anak pertama biasanya gacocok sama bapaknya, dan itulah aku sama papa, yang gabisa akur, punya aliran beda, aku yg gakbisa kaya ade...
Sudut pandang, pikiran, dan cerita dari seorang perempuan yang banyak mimpi. Sedang meraih cita-cita menjadi dokter yang bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya