Adik saya tampil cantik hari itu, lebih cantik dari hari-hari biasanya, terpoles riasan yang menonjolkan kecantikan alaminya Adiknya saya pagi adalah perempuan paling menawan cukup membuat semua laki-laki yang berada disana terkagum olehnya. Namun, nampaknya dia menyimpan kesedihan, bukan karena ragu dengan laki-laki yang akan dinikahnya tapi karena sosok mama yang pagi ini tidak bisa mendampinginya. Saya sebagai kakak yang secara tiba-tiba harus menggantikan peran mama dalam acara hari itu belum melakukan tugasnya dengan baik. Tragedi tiba-tiba dini hari itu, membuat mama harus dibawa ke IGD RS, bahkan hampir saja harus menjalani rawat inap. Demam yang terus naik mencapai 40 derajat membuat kami khawatir, takut, dan tidak ada seorang pun pagi itu meninggalkan IGD atau bahkan tertidur nyenyak. Perasaan campur aduk, antara sedih, takut, khawatir, dan kasian melihat adik saya yang terpaksa tidur dikursi tanpa bantal. Sampai pukul 04.00 pun ketika adik saya harus meninggalkan rumah s...
Sudut pandang, pikiran, dan cerita dari seorang perempuan yang banyak mimpi. Sedang meraih cita-cita menjadi dokter yang bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya