Skip to main content

Hari Kartini 2021

Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan di Indonesia!

Semangat menimba ilmu dalam meningkatkan kualitas diri!


Hari ini, teringat akan hari kartini bukan karena feed atau story ig ataupun status WA. Tapi karena, chat dari papa yaitu

"Hari ini hari Kartini, papa inget waktu kakak kecil pulang sekolah dengan muka cemberut, di tanya kenapa kak? Kakak jawab kakak sebel sama ibu kita Kartini,

Kenapa sebel?

Gara gara ibu Kartini kakak harus sekolah"

Ya ampun, kenapa aku begitu menyebalkan saat kecil. Kenapa begitu suka bermain, main ke sawah, main sepeda, atau sekedar lari sana sini sama teman. Kemanakah semua energi itu sekarang? 

------

Beda halnya dengan sekarang. Kalau saat ini ditanya tentang ibu Kartini, oh tentu aku akan sangat-sangat-sangat berterima kasih sama beliau. Kalau dulu males banget sekolah, kalau sekarang coba sana sini hanya untuk mendapatkan kesempatan mendapatkan beasiswa PPDS atau S2. Kenapa? aku ingat betul sama pesan-pesan mama waktu aku masih kecil dulu,

"Perempuan itu harus mandiri"

"Perempuan itu harus pintar"

Perempuan itu harus mandiri berarti perempuan itu harus siap hidup independent ketika keadaan mengharuskan demikian. Contoh, suaminya meninggal punya anak-anak yang harus diurus, atau orang tua meninggal tapi gak punya saudara dan belum berumah tangga, dsb. Kita sebagai perempuan tentu perlu mempersiapkan hal-hal buruk kan? Maka perempuan harus bisa mandiri, tapi sewajarnya jangan sampai sombong dan merasa serba bisa. Karena, kita makhluk hidup perasa ya kan? kita juga punya keterbatasan. Perempuan memang butuh keadilan. Tapi, keadilan bukan berarti sama. Suka kesel sama perempuan-perempuan yang over confident dan merasa tidak butuh laki-laki atau merasa tidak diperlakukan dengan adil. Padahal kalau dilihat-lihat mereka sendiri yang tidak adil sama dirinya. Speak up sangat diperlukan tapi action itu  juga penting meski sulit. Dan anyway, we have progesterone and estrogen, right? and sometimes they control us. Hehe


Perempuan harus cerdas, kenapa? Karena mama dari dulu bilang kalau otak anak itu nurun ibunya. Hmm, emang iya? Aku belum dapet literatur tentang itu sih. Yang pasti dari janin sampai besar anak cenderung diasuh sama ibu. Walau ada beberapa kasus yang akhirnya diasuh ayahnya atau sama orang lain. But lets think, waktu didalam perut ibunya kalau ibunya kurang pintar kurang cerdas, mungkin ada banyak hal-hal sepele yang pada akhirnya membahayakan si janin. Apalagi setelah melahirkan, kebutuhan anak bergantung banget sama ibunya kan? MengASIhi contohnya perlu pengetahuan yang lumayan loh buat tanggung jawab yang ini. "Bukan sekedar nyusui doang". Aku sendiri sekarang mulai tertarik sama ilmu ini, karena 1000 hari pertama kehidupan itu sangat menentukan masa depan si anak. Kebutuhan ASI termaksud kedalam kehidupan 1000 hari pertama itu. 

Begitu anak tumbuh besar akan ada banyak hal-hal yang dipelajari dari si ibu. Contohnya adalah aku, aku banyak belajar dari mama. Aku bersyukur banget memiliki ibu seorang guru. Sedari dini diajari oleh ibu guru yang galak. Walaupun galak dan disiplin, mama selalu siap bantuin kalau ada tugas sekolah yang susah.

Aku pingin jadi ibu yang kayak gitu. Berkarir tapi masih bisa ngajarin anaknya. Aku dokter dan aku yakin aku bisa. Sama seperti dr. Upik, SpOG yang suatu hari pernah kumintakan soal untuk materi workshop dan beliau jawab

"Dek, saya kirim subuh aja ya, saya malam harus ngajarin anak saya belajar mau ujian"

Nah ini contohnya, seorang spesialis obgyn yang sedang menjadi trainee (sekolah subspesialis) tapi tetep bisa membagi waktu dengan anak. Why we can't do that?


Finally, sampai saat ini aku menyakini bahwa anak itu banyak ter-influence oleh ibunya. Jadi kita sebagai seorang perempuan harus punya kualitas diri yang baik. Kualitas diri menurutku, meliputi akhlah dan juga pengetahuan kita. Our children deserve a great mother.


Semangat untuk perempuan dimanapun dia berada, semoga kebahagian selalu bersama kita


Sebuah positingan status WA ibuku, semoga Allah menjadikan aku dan adikku anak yang berbakti.


HDM

4/21/21

Comments

Popular posts from this blog

Malam produktif

Assalamu'alaykum, hari ini aku telat bangun pagi lagi~~ I hate this situation.. tp gpp karena td malam aku baru menjadi kokinya anak kontrakan (y!) Magrib kemren aku yang baru bgn yg masih setengah nyawa gara2 ketiduran *lagi* diem ngelamaun depan kompi. Mbak Idon, yang sekiranya sedang bermood bagus bilang kalau mau bikin pisang goreng dari pisang yang dikasih sama bapak kontrakan tadi siang. Entah kenapa, tiba-tiba aku memutuskan untuk ikut serta dalam pembuatan itu. Akhirnya abis shalat magrib, eksekusi dimulai. Aku menjadi juru pembuat adonan, dengan tangan yang berotot aku mencoba untuk mencampurkan adonan tepung terigu dan gula agar tercampur merata yang ternyata rada susah. Tiba-tiba Rima datang dengan jagung rebus yang banyaaak! nah karena ibu Rima ini jago masak, ya akhirnya eksekusi penggorengan pisang goreng ini dilakukan sama ibu Rima. Karena ada jagung nganggur, aku yang punya tangan berotot kayak Agnes Monica (Aamiin) ditugaskan untuk mengerut jagungnya,...

Jakarta : Membuatku terlena, tapi aku benci

 12/16/2020 Assalamu'alaykum semua nya, lama tak berjumpa. Lama tak menyimpan cerita dalam sebuah narasi buruk mengenai hari-hari ku dan juga mimpi-mimpiku. Hidupku kini terlalu monoton terlalu mengejar target yang selalu terlambat. Sudah 2 tahun lamanya aku tinggal di ibu kota, banyak pengalaman dan hal-hal yang aku dapat disini. Mulai dari shock culture 3 bulan pertama datang di Jakarta. Belum pernah sebelumnya aku mengalami kesulitan adaptasi selain di Jakarta ini. Dulu, aku pikir aku termaksud orang yang "keras" yang tidak mudah tersinggung namun setelah datang ke Jakarta aku sadar mental ku tak sekeras itu. Menjadi orang baru Jakarta dulunya adalah sebuah tantangan. Menjadi diri sendiri sangat sulit waktu itu, menjadi orang lain apa lagi. Terutama di saat itu aku menjalani masa magang di departemen kandungan dengan orang2 lulusan UI atau setidaknya orang-orang yang memang tinggal di sana. Banyal hal-hal yang aku khawatirkan, terutama di nyinyirin. wkwkw. Karena pada ...

Basic Workshop Osipital 2013 / BMW 2013

Long time no see!! Well, Assalamu'alaykum wr wb.. Ah, sudah lama rasanya melupakan blog ini sejak masuk semester 3. DMS (baca: Dermatomusculosekeletal) done!! Akhirnya blok tersusah di semester ini berakhir juga, walaupun masih ada utang ident PA. Semoga aja Hypoglossus (Angkatan kami di FK Unsoed) lulus semua, terutama buat temen2 Reproku tersayang, Fita, Ayu, Fifi, Billy, Dessy, Bibah. Oke, kali ini aku mau cerita tentang workshopnya Osipital. Jadi workshop ini merupakan salah satu proker OSI yang diadain ga sampe 1 tahun sekali, kali ini dengan komandan kami, mas Cahya. Setelah 2011 lalu kami mengadakan acara ini, akhirnya di 2013 acara ini diadaiain dengan pemateri yang sama dr.Siswo dari BASARNAS. Apa itu BASARNAS, BASARNAS itu singkatan dari Badan SAR (oke SAR ya bukan SARS) Nasional.  Sebenernya menurutku acara kali ini diadainnya benar2 mendadak, kalau tahun 2011 lalu persiapan dari H-stgh tahun, kami cuman menyiapkan ini dalam waktu 3bulan dengan efektif 1 bulan...